Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
SEKILAS INFO
: - Thursday, 16-07-2020
  • 1 minggu yang lalu / Kami mengucapkan : SELAMAT HARI PUSTAKAWAN INDONESIA yang Ke-47, Sukses Selalu
  • 2 bulan yang lalu / Pengurusan SKBP (Surat Keterangan Bebas Pustaka) dapat dilakukan secara online, silakan klik banner bagian bawah untuk mendapat info lebih lanjut
Prof Dr M Arskal Salim Buka Kegiatan Membangun Pathfinder PTKIN

SHARING SERIES 2 APPTIS – Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) kembali melakukan kegiatan Sharing Series melalui  google Meet topik pembahasan bagian 2 (dua) adalah “Membangun Pathfinder PTKIN”.  Kegiatan Sharing Series 2 APPTIS kali ini dibuka oleh Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, MA (Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam, Ditjen Pendis, Kemenag RI), Kamis (21/05/2020).

Pak Direktur dalam sambutannya, menyambut baik kegiatan dan gagasan yang dilakukan oleh APPTIS, ini merupakan satu trobosan sangat penting untuk diteruskan pengembangannya, kita tahu posisi perpustakaan sangat vital dalam hal penyediaan, informasi dan sumber ilmu pengetahuan kepada pengguna, pimpinan perguruan tinggi harus memperhatikan peran perpustakaan ini, terkait masalah lain silakan dibicarakan kepada pihak-pihak terkai seperti Biro Ortala, Komisi 10 selain itu kegiatan berikutnya agar dapat melibatkan kasubdit penelitian.

Pathfinder adalah sarana temu kembali informasi yang dibangun oleh suatu perpustakaan, atau antar perpustakaan. dalam Pathfinder akan memuat konten-konten digital (eresources) yang dilayankan oleh perpustakaan-perpustakaan PTKIN. Dengan dibangunnya pathfinder  eresorces-eresorces yang ada akan terpusat sehingga para mahasiswa, dosen dan siapa saja yang membutuhkan sumber rujukan  cukup menuju paltfinder.

Pathfinder yang dibangun saat ini masih pada konsep pengembangan, karena ini akan menjadi eresources center PTKIN dimasa mendatang perlu diskusikan bersama untuk mendapat masukan-masukan dari peserta Sharing Series 2 dan seluruh pengelola perpustakaan.

Presiden APPTIS Ibu Labibah Zain, MLSI dalam sambutannya memamparkan bahwa Pathfinder dibangun untuk mengakomoder sumber rujukan yang tersedia pada perpustakan perpustakaan  PTKIN menjadi terpusat sehingga memudahkan mahasiswa, dosen atau penelitiaan lainnya mendapat sumber rujukan berdasarkan subjek tertentu dengan penelusuran terpadu. Pathfinder ini dibangun oleh Tim Delsma Cologne Jerman dan Divisi IT APPTIS. Tim Delsma Cologne Jerman ini adalah teman-teman pustakawan PTKIN yang terpilih untuk melakukan Short Corsse di Cologne Jerman yang dibiayai oleh Kementerian Agama.

Selain itu Ibu Labibah menyampaikan bahwa perpustakaan harus memiliki tenaga IT yang kuat dan juga SDM yang memadai untuk pengembangan sistem digital yang baik pada perpustakaan masing-masing untuk mendukung semua itu harapkan perpustakaan dialokasi anggaran secara khusus. Selain soal anggaran yang tak kalah pentingnya sebagaimana yang tertuang di Draf PMA yang diusulkan salah satunya masalah struktur organisasi perpustakaan. Pekerjaan perpustakaan itu melampau batas waktu tak jarang teman-teman perpustakaan bekerja hingga tengah malam bahkan subuh, tutur Buketum.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perpustakaan dibawah PTKIN bahkan ada yang dari luar PTKIN. Adapun pemateri pada kegiatan kali ini ada Ibu Nailah Hanany dari Perpustakaan UIN Bandung, kemudian Ibu Indah Wijaya A. dari Perpustakaan IAN Purwokerto, sedangkan juru bicara dari team Delsma Ibu Rika Kumiawati beliau adalah Kepala Perpustakaan UIN Mataram dan dimoderator oleh Ibu Junaeti Perpustakaan IAIN Pekalongan.

APPTIS dalam menyikapi masa pendemi Covid-19 menelaah terhadap apa yang menjadi persoalan yang perlu disiapkan oleh perpustakaan PTKIN dalam memberi layanan kepada pengguna baik disaat covid-19 maupun setelah Covid-19 ini berakhir, karena peran perpustakaan cukup besar dalam memberi informasi kepada masyarakat sebagai mana tertuang buku Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28F  “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.

Perpustakaan Perguruan Tinggi (PT) sebagaimana terdapat pada Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 Tentang Perpustakaan, Perpustakaan perguruan tinggi mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Jadi keberadaan perpustakaan sebenarnya sudah dipikirkan oleh pendahulu sebagai wadah penyedia dan menyampaikan informasi berbasis TIK. Jadi bila sampai saat ini kita tidak bisa melaksanakan perlu dipertanyakan apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa ini terutama masalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sudah saatnya perpustakaan diprioritaskan pengembangannya terutama dari segi dukungan, dukungan penuh dari pemerintah dan berbagai pihak. Pustakawan atau yang bekerja diperpustakaan selama ini sudah melakukan berbagai upaya dalam membesarkan perpustakaan namun bila sampai saat belum memberi dampak yang senifikan kepada bangsa itu karena belum mendapat dukungan dan anggaran yang baik.

Kita bisa lihat perkembangan perpusnas yang luar biasa saat ini dengan gedung pencakar langit serta dilengkapi fasilitas yang lengkap, itu terjadi karena mendapat dukungan dan anggaran yang baik dari pemerintah. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan pasarnya perguruan tinggi seharusnya memadai baik itu gedung, fasilitas termasuk sistem digitalnya dalam mentransfer informasi kepada pengguna.

Jadi kegiatan Sharing Series 2 APPTIS sangat menarik dan masalah ini ada baiknya akan didiskusikan lebih jauh mengingat ini penting buat kita semua.


713 Dilihat

TINGGALKAN KOMENTAR

STATISTIK KUNJUNGAN

Flag Counter

SKBP-ONLINE

WhatsApp chat