Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
SEKILAS INFO
: - Friday, 22-10-2021
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
Perpustakaan di Audit Kinerja

BINTAN– Perpustakaan di Audit Kinerja oleh Tim Audit Kinerja Itjen Kemenag RI pada hari Kamis, 17 Juni 2021. Yang meng Audit Perpustakaan adalah Bapak Panji Wijayatno, beliau adalah salah satu anggota dari Tim Audit. 

Tim Audit Kinerja Itjen Kemenag RI yang melakukan Audit Kinerja pada STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau berjumlah 7 orang diantaranya Hilmi Muhammadiyah (Penanggung Jawab), Siti Nurjannah (Pengendali Teknis), Farid Ma’ruf (Ketua Tim), M. Rancah Dewa (Anggota), Kunto Aji Hari Perdani (Anggota), Mia Rahmiawati (Anggota), dan Panji Wijayanto (Anggota).

Perpustakaan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau selaku unit pelaksana dalam mendukung institusi induk dalam penyelenggaraan pendidikan, dalam hal ini Tri Tharma Perguruan Tinggi dalam Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau Pasal 36 Ayat 2, Unit Perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat 1, mempunyai tugas melaksanakan pelayanan dan pengelolaan kepustakaan.

Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan dan pengelolaan kepustakawan, untuk mengetahui sejauhmana terlaksananya layanan dan pengelolaan tersebut dilaksanakan maka perlu dilakukan audit kinerja. karena layanan dan pengelolaan suatu lembaga/unit akan baik bila pengelola didalamnya bisa bekerja dengan baik.

Kepala perpustakaan Unyil, S.Pd pada saat memberi keterangan pada Tim Audit yang berlangsung di ruang Balai Titah Lt. 1 STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau didampinggi oleh Santi Puji Astuti, S.Pd dan Firdya Devanti Yasmine, S.Sos, sementara anggota yang lain standby di ruangan perpustakaan.

Unyil mengatakan Audit Kinerja yang dilakukan ini akan memberi dampak positif bagi lembaga yang di audit tentunya, karena bila tidak kualitas kerja masing-masing bisa jadi makin lama makin menurun dengan di audit pasti kedepan akan lebih baik, ini pelajaran yang baik untuk dijadikan pembelajaran. Untuk itu teruslah berkarya dan tingkatkan kapasitas diri dalam bekerja, salah itu wajar tapi kalau tidak mau belajar memperbaiki itu kurang wajar, tutupnya.

Untuk mengetahui lebih jauh apa yang dimaksud dengan Audit Kinerja, silakan baca lebih lanjut:

Berdasarkan PP Nomor 60 Tahun 2008 pasal 50 ayat (2), Audit Kinerja adalah audit atas pengelolaan keuangan negara dan pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pemerintah yang terdiri atas audit aspek ekonomis, efisiensi, dan audit aspek efektivitas, serta ketaatan pada peraturan.

Tujuan dari audit kinerja adalah menilai kinerja suatu organisasi, program, atau kegiatan yang meliputi audit atas aspek ekonomis, efisiensi, dan efektivitas (3E). Audit fokus pada area yang mampu memberi nilai tambah dan memiliki potensi untuk perbaikan berkelanjutan.

Pada prinsipnya audit kinerja terkait dengan hubungan antara input, output, proses dan outcome.

  1. Input adalah sumberdaya dalam bentuk dana, sumberdaya manusia (SDM), peralatan, dan matrial yang digunakan untuk menghasilkan output.
  2. Output adalah  barang-barang yang diproduksi, jasa yang diserahkan/diberikan, atau hasil-hasil lain dari proses atas input.
  3. Proses adalah kegiatan-kegiatan operasional yang menggunakan input untuk menghasilkan output
  4. Sedangkan outcome adalah tujuan atau sasaran yang akan dicapai melalui output.
  5. Ekonomis berkaitan dengan perolehan sumber daya yang akan digunakan dalam proses dengan biaya, waktu, tempat, kualitas, dan kuantitas yang tepat. Ekonomis berarti meminimalkan biaya perolehan input yang akan digunakan dalam proses, dengan tetap menjaga kualitas dan standar yang diterapkan.
  6. Efisiensi merupakan hubungan optimal antara input dan output. Suatu entitas dikatakan efisien apabila mampu menghasilkan output maksimal dengan jumlahinput tertentu atau mampu menghasilkan output tertentu dengan memanfaatkan input minimal.
  7. Efektivitas merupakan pencapaian tujuan. Efektivitas berkaitan dengan hubungan antara output yang dihasilkan dengan tujuan yang dicapai (outcomes). Efektif berarti output yang dihasilkan telah memenuhi tujuan yang ditetapkan.

Bila kita lihat dari aspek ekonomis, efesiensi, dan efektivitas:

Dikatakan ekonomis bila 1). Barang atau jasa untuk kepentingan program, aktivitas, fungsi dan kegiatan telah diproleh dengan harga lebih murah dibandingkan dengan barang atau jasa yang sama; 2). Barang atau jasa telah diproleh dengan kualitas yang lebih bagus dibandingkan dengan jenis barang/jasa serupa harga yang sama.

Efisiensi bila 1). Apakah input yang tersedia untuk menghasilkan barang/jasa telah dipakai secara optimal; 2). Apakah ouput yang sama dapat diperoleh dengan lebih sedikit input; 3). Apakah output yang terbaok dalam ukuran kuantitas dan kualitas dapat diperoleh dari input yang digunakan.

Efektivitas bila 1). Apakah output yang dihasilkan telah dimanfaatkan sebagaimana diharapkan; 2). Apakah output yang dihasilkan konsisten dengan tujuan yang ditetapkan; 2). Apakah outcome yang dinyatakan berasal dari output yang dihasilkan dan bukan dari pengaruh lingkungan luar.

249 Dilihat

2 komentar

Kepala Perpustakaan Minta Optimalisasi Kinerja, Tuesday, 31 Aug 2021

[…] BACA JUGA : Perpustakaan di Audit Kinerja […]

Reply

Kepala Perpustakaan Minta Optimalkan Potensi Diri dalam Bekerja – Kepri, Tuesday, 14 Sep 2021

[…] BACA JUGA : Perpustakaan di Audit Kinerja […]

Reply

STATISTIK KUNJUNGAN

Flag Counter

SKBP-ONLINE

WhatsApp chat